Selamat Datang

Selamat datang di blog KJF Distanhutbun

Jumat, 07 Oktober 2011

JENIS TANAMAN AGROFORESTRY


Oleh : Yayan Arianto, SST., MP.
Penyuluh Kehutanan Muda

A.   Jenis  Tanaman Kayu-kayuan
Jenis tanaman yang sesuai fungsinya dikelompokkan kedalam tujuh kelompok, yaitu :
  1. Tanaman Pokok
  2. Tanaman Sela/Penguat teras
  3. Tanaman Tepi
  4. Tanaman Pengisi
  5. Tanaman Sisipan
  6. Tanaman Pagar
  7. Tanaman Palawija

Tabel 1. Jenis tanaman kayu-kayuan
No.
Nama Daerah
Nama Ilmiah
1.
Mangium
Acacia mangium
2.
Pulai
Alstonia scholaris
3.
Rasamala
Altingia excelsa
4.
Jabon
Anthocephalus cadamba
5.
Mindi
Azadirahcta indica
6.
Johar
Cassia siamena
7.
Sengon buto
Enterolobium cyclocarpum
8.
Puspa
Schima walichi
9.
Meranti
Shorea sp
10.
Suren
Toona sureni

B.   Jenis Tanaman Serbaguna
Selain jenis tanaman kayu-kayuan, dalam usaha agroforestry dikembangkan jenis tanaman tahunan yang serbaguna (Multy Purpose Trees Species ).
Jenis tanaman MPTS yang potensial untuk dikembangkan, diantaranya :

Tabel 2. Jenis tanaman MPTS
No.
Nama Daerah
Nama Ilmiah
1.
Sagu
Metroxylon sagu
2.
Kemiri
Aleuritas molucana
3.
Sukun
Artocarpus  altilis
4.
Melinjo
Gnetum gnemon
5.
Jambu mete
Anacardium ocidentale
6.
Aren
Arenga pinata
7.
Dukuh
Lansium domesticum
8.
Durian
Durio zibethinus
9.
Petai besar
Parkia speciosa
10.
Matoa
Pometia pinata


C.   Jenis Tanaman Tumpangsari
  1. Tujuan
Tujuan pelaksanaan tumpangsari (terutama dalam pembangunan hutan tanaman ) :
1.  Meningkatkan produktivitas lahan hutan tanaman sehingga kualitas tanaman  pokok, produksi tumpangsari dan kesuburan tanah meningkat
2.    Meningkatkan lapangan kerja dan peran serta masyarakat setempat dalam pembangunan hutan tanaman secara partisipatif, baik secara perorangan maupun melalui kelembagaannya
3.    Membantu penyediaan pangan bagi wilayah sekitar hutan produksi
4.    Meningkatkan tingkat pendapatan masyarakat 

  1. Sasaran Kegiatan Tumpangsari
1.  Terbina dan terorganisasinya masyarakat setempat dalam wadah kelompok tani hutan sebagai peserta tumpangsari
2.    Tersedianya pangan bagi masyarakat setempat.
3.    Terlaksananya upaya/tindakan konservasi tanah dalam pembangunan hutan tanaman
4.    Terciptanya suatu kondisi optimalisasi lahan pada areal pembangunan hutan tanaman

  1. Area tumpangsari
Area tumpangsari adalah lahan sela antara larikan tanaman pada blok tanaman dalam pembangunan hutan tanaman yang dapat dimanfaatkan selama jangka waktu 2 (dua) tahun.

  1. Jenis tanaman tumpangsari
Jenis tanaman tumpangsari yang dapat dikembangkan antara lain :

Tabel 3. Jenis tanaman tumpangsari
No.
Nama Daerah
Nama Ilmiah
1.
Kacang tanah
Arachis hypogea
2.
Bayam
Amaranthus sp
3.
Padi gogo
Oryza sativa
4.
Kacang hijau
Vigna radiate
5.
Jagung
Zea mays
6.
Terung
Solanum menlongena
7.
Kacang panjang
Vigna sinensis
8.
Sorghum
Sorghum bicolor
9.
Semangka
Citrullus lanatus
10.
Mentimun
Cucumis sativus

Jenis tanaman tumpangsari yang tidak dianjurkan diantaranya :

Tabel 4. Jenis tanaman tumpangsari yang tidak dianjurkan:
No.
Nama Daerah
Nama Ilmiah
1.
Ketela pohon
Manihot utilisima sp
2.
Pisang buah
Musa paradisiacal
3.
Tebu
Sacharum officinarum
4.
Rumput gajah
Penisetum purpueum
5.
Sereh wangi
Androphogon sp

D.   Jenis Tanaman Bawah Tegakan
Jenis tanaman bawah tegakan adalah jenis-jenis tanaman yang tahan naungan dalam pertumbuhannya. Kegunaannya bias untuk pangan, obat-obatan dan pakan ternak.

Tabel 5. Jenis tanaman bawah tegakan :
No.
Nama Daerah
Nama Ilmiah
Kegunaan
1
2
3
4
1.
Jaringao
Acorus calamus
Obat-obatan
2.
Iles-iles
Amorphalus variabilis
Obat-obatan
3.
Sirih
Piper betel
Obat-obatan
4.
Kumis kucing
Orthosipon aristatus
Obat-obatan
5.
Suweg
Amorphalus companulates
Pangan
6.
Talas
Colocasia esculenta
Pangan
7.
Gadung
Dioscorea hispida
Pangan
8.
Sentro
Centrosema pubescens
Pakan ternak
9.
Jalakan
Desmodium grroides
Pakan ternak
10.
Rumput hamil
Panicum maximum
Pakan ternak






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar